C3L4 alias Curug Tilu Leuwi Opat . Lokasinya di daerah Cimahi .
29 Mei 2012 saya dan teman-teman saya berkunjung ke Curug Tilu Leuwi Opat . Kami masuk dengan tiket Rp 6000 per orang (harusnya ditawar dulu) . Tapi tak apa . Kami pun mulai menjelajahi jalan ke Curug Tilu . Katanya di dalamnya ada 3 curug dan 4 danau . Nah, kami mulai mencari curug tilu .
Awalnya kami berjalan ke sungai yang ada di bawah . Dan ketika kami sampai di bawah, kami menemukan satu leuwi (leuwi Kacapi namanya) . Senang rasanya sudah menemukan satu danau . Tapi kami merasa masih belum puas dengan satu danau . Kami pun melanjutkan perjalanan mencari curug Tilu .
Perjalanan selanjutnya, kami menuju ke atas sungai . Ketika kami sampai di atas, ada dua pilihan jalan . Kami pun mengambil jalan ke arah kiri . Memang agak menyeramkan . Tapi hal itu tidak terlalu dipikirkan . Ketika berjalan, kami menemukan dua ekor monyet . Kami ragu akan melanjutkan perjalanan ke arah sana atau tidak . Kami diam sejenak . Ketika sedang diam, saya memotret monyet itu . Satu monyet telah pergi dari jalan itu . Saya mengira dia pergi jauh . Tapi ternyata monyet itu bergelantung di pohon dekat tempat kami berdiri . OMG ! Disitu saya tegang dan takut . Saya memang bukan pecinta binatang . Jadi, banyak binatang yang saya takuti . Saya semakin bingung . Kalau saya balik ke jalan sebelumnya, saya takut monyet yang ada di pohon itu . Kalau saya melanjutkan perjalanan, saya takut monyet di depan saya . Saya mencoba memikirkan keputusan yang baik, yang tidak merugikan dan tidak membahayakan saya dan teman-teman saya . Salah seorang teman saya (sebut saja Pera) merasa sangat ketakutan . Saking takutnya di sampai menjerit . Waah pikiran makin mau meledak ! Makin bingung .Akhirnya saya berkata "yaudah kita balik lagi aja . Tapi jalannya pelan-pelan" . Semuanya diam . Saya berkata lagi "ayo" . Ternyata tidak ada yang berani jalan di depan . Hhhh sebenarnya saya juga takut . Tapi, karena kasihan melihat teman-teman saya yang sangat ketakutan, akhirnya saya berjalan di depan . Alhamdulillah ! Terima kasih Alloh ! Tidak ada sesuaatu hl buruk terjadi pada kami .
Kemudian, kami pun memutuskan untuk berjalan ke bawah . Dan kami berniat untuk naik lagi ke atas di sebrang sungai nanti . Saya pun mulai berjalan ke atas . Jarak yang cukup jauh dan menanjak ! Ketika kami sudah sekitar setengah perjalanan, kami beristirahat sejenak di tempat yang agak luas . Saya mencoba berjalan ke arah kiri . Tapi saya ragu dan akhirnya saya kembali ke tempat yang luas itu menemui teman-teman saya . Saya berkata "ayo kita lanjut ke arah kanan" . Kami mulai berjalan dan saya berada paling depan . Tiba-tiba terdengar "gok gok !" ketika saya melihat ke depan, seekor anjing sudah berada di depan mata saya . Saya sangat kaget dan takut (setengah mati) ! Tanpa berpikir panjang, saya dan teman-teman saya berjalan balik . Dan kembali Pera berteriak ketakutan . Saya berkata "jangan teriak ! Jangan lari !" karena setau saya, kalau diikuti anjing, lalu kita berlari, anjing itu akan mengejar . Waaah !! Sumpah nih jantung udah deg-degan banget kayak mau copot (lebay ah) ! Anjing itu terus mengikuti kami di belakang . Ditambah lagi jalan yang mudun banget dan agak sulit untuk dilewati . Karena takut yang tak tertahankan, akhirnya kami agak sedikit berlari . Awalnya saya memang sudah pasrah dan berkata dalam hati "ah sudahlah ini mah yakin bakal digigit anjing . Ga apa-apa lah gigit aja . Udah lemes" . Sampai di satu lahan yang luas, anjing itu sudah tidak mengikuti kami lagi . Saat itulah saya sangat berterimaksih pada Alloh karena masih bisa selamat . Kami terdiam untuk berpikir arah jalan yang bisa dipakai untuk kami kembali . Dalam hati saya berkata "wah gila nih gara-gara gue kali ya ? Salah milih jalan . Jadi gini deh" .
Kami pun memutuskan kembali ke jalan yang tadi kami tempuh saat naik . Kami turun ke bawah dan kembali ke leuwi Kacapi . Biarpun begitu, saya masih penasaran dengan Curug Tilu . Saya bertanya pada orang yang ada di sana . Namun saya tetap tidak menemukannya . Kemudian saya ke lapang yang berada dekat suatu saung . Kami beristirhat sejenak . Kemudian kami bertemu dengan lima orang teman lakilaki kami . Saya meminta mereka untuk mengantarkan saya dana teman-teman saya ke Curug Tilu . Mereka mau dan akhirnya kami mulai berjalan . Lucunya, saya kira mereka tidak takut monyet . Ternyata mereka juga taakut monyet . Dalam hati saya berkata "yahh sama aja boong dong ngajak mereka" . Tapi tak apa . Kami mulai berjalan dan ketika kami bertanya ke seorang ibu-ibu, ibu itu menjawab "wah masih jauh neng . Satu kilometer lagi kalau dari sini . Mending ga usah . Udah kesorean neng . Ga ada orang di sana . Takutnya nanti kemalaman" . Memang saat itu sudah sekitar pukul 4 lebih . Yah mendengar si ibu berkata seperti itu, kami memutuskan untuk tidak ke Curug Tilu . Saya juga tidak mau 'cari mati' . Akhirnya kami pun memutuskan untuk pulang saja .
Waaaah it is very tired but it is unforgettable experience for me !! With Huriyatul Mulkillah, Muthiah Syakirotin, Pera Herna Putri, and Syahida Ibadush Shalihah .
Thanks to Alloh SWT, Harish Mulki Indallah, Muhammad Rijal Anshorulloh .
#kayak apaan aja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar